Salam Sempurna
“Pemimpin sukses adalah pemimpin yang mampu memimpin pengikutnya mencapai hasil-hasil yang luar biasa sekaligus berbahagia dalam prosesnya.”
Kasus yang sering saya jumpai di perusahaan klien maupun sahabat adalah banyaknya individu-individu yang duduk dalam posisi kepemimpinan tetapi tidak benar-benar mencerminkan dirinya sebagai seorang pemimpin. Golongan ini terlalu sibuk dengan aktivitas kerja teknis yang dibebankan perusahaan sehingga sering merubah dirinya dan juga bawahannya seperti robot yang tidak memiliki perasaan. Alangkah ironisnya? Ketika di satu sisi guru-guru kesuksesan mengatakan bahwa apabila anda ingin sukses, maka anda seharusnya memasukkan passion dalam setiap pekerjaan anda, tetapi di sisi lain anda dituntut untuk professional yang kebablasan, tanpa memikirkan kekuatan rasa. Lalu seperti apakah sebenarnya kualitas dari seorang pimpinan sukses yang mampu mencerminkan dirinya sebagai seorang pemimpin?
Kasus yang sering saya jumpai di perusahaan klien maupun sahabat adalah banyaknya individu-individu yang duduk dalam posisi kepemimpinan tetapi tidak benar-benar mencerminkan dirinya sebagai seorang pemimpin. Golongan ini terlalu sibuk dengan aktivitas kerja teknis yang dibebankan perusahaan sehingga sering merubah dirinya dan juga bawahannya seperti robot yang tidak memiliki perasaan. Alangkah ironisnya? Ketika di satu sisi guru-guru kesuksesan mengatakan bahwa apabila anda ingin sukses, maka anda seharusnya memasukkan passion dalam setiap pekerjaan anda, tetapi di sisi lain anda dituntut untuk professional yang kebablasan, tanpa memikirkan kekuatan rasa. Lalu seperti apakah sebenarnya kualitas dari seorang pimpinan sukses yang mampu mencerminkan dirinya sebagai seorang pemimpin?
Disini, saya akan menghadirkan 3 (tiga) parameter utama sebagai tolak-ukur apakah benar anda seorang pimpinan yang mencerminkan diri sebagai seorang pemimpin.
1. Pemimpin Sukses : Dicintai oleh Bawahannya
Apapun gaya kepemimpinan anda, seyogyanya gaya tersebut mampu membangkitkan rasa percaya dari bawahan anda, yang dimana nantinya akan mengarah pada perasaan cinta dan kesetiaan. Tidak penah ada pemimpin besar yang dibenci oleh pengikutnya. Apabila anda ingin mengetahui tentang kecintaan bawahan anda, cobalah anda lakukan beberapa aktivitas berikut :
a.Mintalah bawahan anda untuk bekerja over-time untuk menyelesaikan pekerjaan yang bukan tanggung jawab mereka demi anda dan tanpa uang lembur (Lakukan ini beberapa kali agar hasilnya maksimal).
b.Mintalah bantuan kepada bawahan anda dalam urusan pribadi dan diluar akivitas kantor yang mengharuskan mereka sedikit mengorbankan waktunya bersama keluarga mereka
c.Agendakan dalam setiap bulannya satu sesi Truth and Dare yang berfungsi sebagai sarana introspeksi diri tanpa embel-embel atasan-bawahan dan sakit hati (Apakah berisikan saling memuji atau menyalahkan?).
Karena sebaik-baik pemimpin adalah dimana ia mencintai bawahannya dan bawahannyapun mencintai, ia mendoakan bawahannya dan bawahannyapun mendoakannya. Sedangkan seburuk-buruk pemimpin adalah dimana ia mejelek-jelekkan bawahannya dan bawahannyapun menjelek-jelekkannya. Ia melaknat bawahannya dan bawahannyapun melaknatnya. Jadi, Pemimpin yang manakah anda?
2. Pemimpin Sukses : Memiliki Tim yang Efektif dan Berkembang
Empati merupakan sebuah kunci untuk menciptakan kerjasama tim yang efektif dalam perusahaan. Ketika anda bersedia untuk menularkan rasa empati anda kepada bawahan, maka secara otomatis setiap bawahan anda akan menerapkan nilai-nilai empati itu pula kepada bawahan dan rekan kerja mereka. Setiap tim kerja diwajibkan memiliki keahlian yang berbeda satu dengan yang lainnya dan empatilah yang mampu membuat merekabekerjasama dan saling membantu dalam menciptakan efektifitas kerja. Beberapa kasus yang saya temui dalam perusahaan, kecenderungannya adalah setiap orang selalu mencoba menonjolkan diri, menyalahkan dan mengecilkan peran orang lain, bersikap defensive dan tidak pernah mau menanggung kesalahan. Inilah yang akan terjadi ketika dalam suasana kerja, rasa tidak pernah dilibatkan, sehingga setiap orang lepas dari rasa empati terhadap orang lain. Kecenderungan ini biasanya dimulai dari tidak adanya peran pemimpin dalam mencontohkan dan menerapkan rasa empati kepada bawahan mereka. Ingatlah bahwa ikan selalu membusuk mulai dari kepalanya. Apabila tim kerja sudah mencapai tingkat kerjasama yang efektif, maka secara otomatis kondisi ini akan meningkatkan kualitas diri dan kemampuan mereka dalam bekerja.
3. Pemimpin Sukses : Menciptakan Hasil yang Luar Biasa
Tak dapat kita pungkiri, hasil (result) merupakan tolak-ukur utama ketika seorang pemimpin menjalankan kepemimpinannya. Seorang CEO selalu akan dinilai dari budaya perusahaan yang terbentuk, naiknya profit, dan meningkatnya harga saham di pasar bursa.Seorang manager akan dinilai dari tercapainya target departemen, inovasi yang dilakukan serta efektifitas dan efisiensi kerja. Karena tanpa adanya hasil (result) yag nyata, segala usaha dalam kepemimpinan akan sia-sia belaka. Untuk meniscayakan hasil yang didapatkan, selayaknya seorang pemimpin selalu memfokuskan diri pada 3 (tiga) hal dalam kepemimpinannya :
a. Kualitas atau Skill Bawahan anda
b. Penciptaan Tim Kerja yang Efektif
c. Orientasi pada Hasil dan Inovasi
Semoga Bermanfaat
Cintai Kehidupan, karena Hidup Begitu Sempurna
Salam SEMPURNA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar