Rabu, 25 Januari 2012

RAMA S. NUGRAHA: RESENSI BUKU KEPEMIMPINAN RAMA S NUGRAHA

RAMA S. NUGRAHA: RESENSI BUKU KEPEMIMPINAN RAMA S NUGRAHA: Resensi Buku Kepemimpinan Bisnis : "jangan jadi PEMIMPIN sebelum BACA BUKU INI : Strategi Memimpin Atasan, Rekan Kerja, Bawahan, dan Refle...

RESENSI BUKU KEPEMIMPINAN RAMA S NUGRAHA

Resensi Buku Kepemimpinan Bisnis :

"jangan jadi PEMIMPIN sebelum BACA BUKU INI : Strategi Memimpin Atasan, Rekan Kerja, Bawahan, dan Refleksi Kepemimpinan"



Penulis : Rama S Nugraha

Tema : Kepemimpinan Bisnis

Halaman : 372 halaman

Penerbit : Visimedia

Resensi : Tim Pelatih Insight Power

Kata Pengantar : Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia



Akhirnya setelah ditunggu-tunggu selama 4 tahun ditambah desakan dari berbagai pihak, akhirnya buku yang menguak kisah-kisah nyata seputar fenomena dinamika kepemimpinan dalam dunia kerja dan bisnis ini terselesaikan juga. Bila ditelaah, buku ini benar-benar membongkar realitas nyata tentang perpolitikan yang terjadi dalam kehidupan berorganisasi dan bagaimana dengan tetap setia menggunakan nilai-nilai kebenaran, seorang pemimpin mampu meraih pengaruh yang kuat untuk menciptakan produktivitas kerja yang lebih tinggi dan melejitkan karir. Isi buku ini pula sangat lengkap mengupas empat elemen 360 derajat dalam kepemimpinan organisasi, yaitu :

1. Refleksi Kepemimpinan

2. Memimpin Atasan

3. Memimpin Rekan Kerja

4. Memimpin Bawahan


Bila buku ini anda baca, maka kami jamin, anda akan tertawa, tersindir, marah, sekaligus bersyukur bahwa pada akhirnya ada seseorang yang benar-benar nyata berada di tengah-tengah dunia bisnis memiliki keberanian untuk mengungkap dinamika ini secara lugas, lengkap dengan bagaimana menjalaninya dengan nilai-nilai kebenaran yang hakiki. Buku ini benar-benar disarikan dari ruangan rahasia sesi-sesi coaching kepemimpinan penulis bersama para pemimpin mulai dari level menengah sampai dengan puncak organisasi di Indonesia dan sesi-sesi training, seminar, workshop bersama para supervisor, staf, dan operator lapangan. Dahsyatnya buku ini, dapat anda semua lihat dari kesediaan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto BSc., MBA, memberikan kata pengantar untuk buku ini dan bagaimana rekan, sahabat, relasi, dan klien penulis memberikan testimoni ketika membaca draft buku kepemimpinan ini. Semoga anda bisa meraih banyak manfaat setelah membaca buku ini, seperti halnya kami. Salam Hangat. Majulah Kepemimpinan Indonesia.

Minggu, 13 Februari 2011

THE SPEECH MASTERY

Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya tercetuslah pola pelatihan terprogram tentang Persuasive Public Speaking yang bertujuan untuk melejitkan kemampuan berkomunikasi secara massal kepada para stakeholder baik dalam dunia bisnis maupun pemerintahan.

Dua Program yang Ditawarkan :

THE EXECUTIVES SPEECH
Program pembelajaran dalam menginspirasi bagi para top-executives yang bertujuan menginspirasi dan mengikat segenap audiences baik karyawan maupun relasi bisnis untuk meningkatkan daya saing organisasi yang diwakilinya sehingga meningkatkan prestige diri sebagai komunikator yang mampu merubah dunia. Program ini dapat digunakan dalam pembukaan Summit, Seminar, Yearly-Meeting, dan agenda-agenda lain yang memberikan kesempatan kepada anda untuk menginspirasi.

THE POLITICAL SPEECH
Program pembelajaran dalam mempengaruhi pikiran orang lain melalui komunikasi dalam tujuannya menciptakan pengaruh dan meraih dukungan yang optimal, baik dalam hal memuluskan program kerja ataupun kampanye pemilihan. Disini akan diajarkan pula strategi menciptakan ikatan hati antara anda dan pendukung anda melalui strategi komunikasi kampanye berdasarkan real data-based information.

Program pembimbingan privat ini diselenggarakan dengan sistem 30 jam, selama 3 bulan (1xseminggu, @2jam) dengan materi-materi terapan public speaking yang telah teruji oleh selama bertahun-tahun oleh sang pelatih, yang meliputi :
1. The Nature of Communication
2. The Secret of GREAT PASSION in communication
3. Visualization Techniques (Hypnotherapeutic-Based)
4. Visual-Gesture Techniques
5. Vocal-Breathing-Tone Techniques
6. Verbal-Emotion Bond Techniques
7. 4 Kind of Public Speaking Type Mastery

THE PROGRAMME IS PAID AFTER THE RESULTS SHOWED
AND ALSO HAVE 100% SECRECY GUARANTEE FOR YOUR CONVENIENCE.
(This include life-time programme consultation)


THE MENTOR
RAMA S. NUGRAHA
(President of INSIGHT Organization)

Known as one of the best behavioral gurus on leadership in Indonesia.
He coaches and inspires many organization leaders for his daily activities. Many organizations used his programmes, such as : AJB Bumiputera 1912, PT. Telkom, Western-Geco Schlumberger Egypt, Badan Pemeriksa Keuangan, etc, and recently in 2010, he awarded as one of the most influential person in developing HRM in children juvenile by Minister of Law and Human-Rigths.

INVESTMENTS :
Paid in the last session and only if you have achieved the results.
IDR 35.000.000,00

CONTACT INFO
0818 0829 4689 (Insight Communication Team)
021 4550 4990 (Office)

Senin, 16 Agustus 2010

PRASANGKA DAN KEPEMIMPINAN

by : Rama Nugraha

"Wahai orang-orang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu yang menggunjing sebagian yang lain....." (49:12)

Salah seorang klien saya di perusahaan PMA pernah menanyakan kepada saya : "Pak, mengapa susah sekali saya mendidik bawahan saya yang satu ini? Orangnya suka ngebantah, terus kalau enggak tahu enggak pernah tanya, pokoknya enggak selesai saja pekerjaannya. Kalau diajarin diem, ditanya apa ada pertanyaan, jawabannya enggak. kalau disuruh buat, eh enggak bisa. Wah, payah deh pak!". Pernahkah anda mengalami hal seperti ini sahabat?

Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, saya menjawabnya dengan sebuah pertanyaan : "Lalu menurut bapak, apa bawahan bapak ini masih bisa di bina atau seharusnya dibinasakan?" dan beliau menjawab : "Sejak awal saya sudah tidak yakin, masuknya beliaupun karena kebijakan manajemen. Sudah sejak 6 bulan yang lalu saya sudah meminta dia diganti, namun HRD tidak menanggapi." Saya hanya menjawab "Oh, pantes!". Sang Manager inipun bingung menanggapi kesederhanaan tanggapan saya.

Sadarkah kita sahabat, bahwa sering dalam kehidupan ini kita bersikap subyektif? Memang subyektif merupakan sebuah hal yang alamiah, seperti ketika kita memilih teman, memilih pasangan, memilih partner bisnis, dan banyak pilihan-pilihan subyektif lainnya. Tidak ada yang salah dalam ke-subyektif-an, namun yang menjadi permasalahan disini adalah apakah kesubyektifan kita membunuh kesempatan orang lain atau tidak?

Ketika kita menyukai seseorang, maka apapun yang mereka ucapkan pasti merupakan sebuah kebenaran, atau minimal kita tidak mencurigainya sebagai sebuah kebohongan terlebih dahulu. Namun bagaimana bila yang berbicara adalah seseorang yang kita benci, tidak disukai, atau yang menurut kita, orang yang tidak bisa dipercaya? Apakah kita masih menganggapnya sebagai sebuah kebenaran dan minimal tidak mencurigainya terlebih dahulu? Meskipun terkadang yang diucapkannya sebuah kebenaran.

Inilah fenomena yang terjadi dalam kepemimpinan. Ada pemimpin yang sangat mampu mendidik siapapun yang diberikan kepadanya, namun ada juga pemimpin yang tebang pilih, tidak semua orang bisa dididiknya. Apa yang membedakannya?

Satu fakta yang saya temukan adalah bahwa pemimpin yang mampu melatih siapapun biasanya menggunakan basis prasangkaan 0 (nol) atau + (positif) terlebih dahulu ketika menghadapi setiap orang. Pelajaran ini saya dapatkan berdasarkan pengalaman pribadi saya melatih para pemimpin, manager, General Manager, Vice President, sampai dengan Director. Ketika saya berpikir bahwa orang yang saya latih tidak mampu, basis prasangka - (negatif), maka bisa dipastikan bahwa proses pelatihan (coaching)yang kita adakan biasanya tidak membuahkan sebuah hasil yang positif. Lain halnya ketika saya mendapati orang yang saya latih baik, basis prasangka 0 (nol) atau + (positif), maka dari target 6 bulan perubahan perilaku, hanya dalam 2 bulan telah terjadi perubahan yang signifikan dalam perubahan perilaku beliau.

Darisanalah saya menemukan, sebenarnya kesalahan bukan terletak pada orang yang kita latih, namun lebih kepada bagaimana kita sebagai seorang pemimpin melatih pengikut kita. Ketika pandangan kita negatif, kita cenderung memperlakukan pengikut kita secara negatif, menilai secara negatif, sehingga hal positif apapun tidak akan tampak. Tidak ada pengikut yang bekerja dengan baik bila dirinya selalu dianggap tidak mampu atau diragukan sebelum melakukan sesuatu. Mungkin anda akan mengatakan, "Saya memperlakukannya sama Pak dengan pengikut-pengikut yang lain". Saya akan menjawabnya dengan sebuah pertanyaan "Apakah rasa percaya anda sama antara orang yang anda percayai dan yang tidak?". Gerak tubuh anda akan selalu mengikuti isi hati anda. Inilah yang ditangkap oleh pengikut anda.

Jadi pada kesempatan ini, saya ingin mengajak, siapapun pengikut anda saat ini, kalibrasilah selalu prasangka anda terhadapnya. jadikan prasangka itu 0 (nol) atau + (positif), sehingga anda bisa menangkap kelebihan mereka dan lebih memahami cara mendidik mereka.

Berprasangka baik akan menciptakan kebaikan, dan prasangka buruk hanya akan menimbulkan keburukan. Dalam kehidupan, setiap hal dimulai dengan prasangka. Inilah yang setiap orang sebut dengan persepsi.


Semoga Bermanfaat

Senin, 09 Agustus 2010

MENEPATI JANJI

by : Rama S. Nugraha

Salam Sempurna

Menepati janji merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran kepemimpinan. Sebuah hal yang sering dianggap remeh oleh banyak pemimpin, namun merupakan salah satu perusak yang paling sering saya temukan dalam menciptakan rasa percaya terhadap seorang pemimpin.

Sebagai seorang manusia, terkadang kita berpikir bahwa adalah sebuah kewajaran ketika kita lupa dalam menepati apa yang telah kita ucapkan. Kita juga tidak menganggap hal ini sebagai suatu hal yang besar, karena merupakan, sekali lagi, sebuah kewajaran sebagai insan manusia. Namun sadarkah kita, mungkin sebuah ucapan atau janji yang kita anggap remeh untuk diri kita,sendiri mungkin merupakan sebuah pengharapan atau penentu bagi kehidupan seseorang? Bahkan hal ini pulalah yang dijadikan penilaian dari pengikut atau bawahan di dalam organisasi untuk menilai diri kita, apakah kita layak disebut sebagai pemimpin yang pantas dipercaya.

Dalam workshop dan coaching yang saya lakukan di perusahaan-perusahaan, seringkali saya mendapat sebuah pertanyaan yang sangat sederhana tentang kepemimpinan. Kira-kira bila di generalisir, pertanyaannya akan seperti ini, "Pak Rama, apa sih sebenarnya yang membedakan seorang pemimpin sehingga mereka bisa dikagumi dan diikuti oleh banyak orang?". Saya selalu memulainya dengan mengajukan sebuah pertanyaan balik : "Karena hal ini sangat manjur, ketika saya membagikannya kepada anda, apakah anda bersedia untuk melakukannya?" dan ketika mereka menjawab dengan jawaban "Iya, saya bersedia!" Maka saya lanjutkan hanya dengan 2 jawaban sederhana.

1. Fokuskan perhatian anda pada menciptakan pengikut-pengikut yang pasti mampu menggantikan anda. Berarti anda perlu melatih kemampuan atau skill mereka, menggembleng mental mereka, memotivasi mereka, dan memperjuangkan hak (mereferensikan) mereka ketika mereka layak untuk dipromosikan.
2. Pastikan anda menepati apapun ucapan atau janji yang pernah anda sampaikan. Jadilah pemimpin yang Walk-The-Talk.

Bila 2 hal ini selalu anda lakukan, maka tidak akan ada pengikut yang tidak setia dengan kepemimpinan anda. Inilah sebenarnya inti dari Hi-Performance Workplace.

Semoga Bermanfaat