Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya tercetuslah pola pelatihan terprogram tentang Persuasive Public Speaking yang bertujuan untuk melejitkan kemampuan berkomunikasi secara massal kepada para stakeholder baik dalam dunia bisnis maupun pemerintahan.
Dua Program yang Ditawarkan :
THE EXECUTIVES SPEECH
Program pembelajaran dalam menginspirasi bagi para top-executives yang bertujuan menginspirasi dan mengikat segenap audiences baik karyawan maupun relasi bisnis untuk meningkatkan daya saing organisasi yang diwakilinya sehingga meningkatkan prestige diri sebagai komunikator yang mampu merubah dunia. Program ini dapat digunakan dalam pembukaan Summit, Seminar, Yearly-Meeting, dan agenda-agenda lain yang memberikan kesempatan kepada anda untuk menginspirasi.
THE POLITICAL SPEECH
Program pembelajaran dalam mempengaruhi pikiran orang lain melalui komunikasi dalam tujuannya menciptakan pengaruh dan meraih dukungan yang optimal, baik dalam hal memuluskan program kerja ataupun kampanye pemilihan. Disini akan diajarkan pula strategi menciptakan ikatan hati antara anda dan pendukung anda melalui strategi komunikasi kampanye berdasarkan real data-based information.
Program pembimbingan privat ini diselenggarakan dengan sistem 30 jam, selama 3 bulan (1xseminggu, @2jam) dengan materi-materi terapan public speaking yang telah teruji oleh selama bertahun-tahun oleh sang pelatih, yang meliputi :
1. The Nature of Communication
2. The Secret of GREAT PASSION in communication
3. Visualization Techniques (Hypnotherapeutic-Based)
4. Visual-Gesture Techniques
5. Vocal-Breathing-Tone Techniques
6. Verbal-Emotion Bond Techniques
7. 4 Kind of Public Speaking Type Mastery
THE PROGRAMME IS PAID AFTER THE RESULTS SHOWED
AND ALSO HAVE 100% SECRECY GUARANTEE FOR YOUR CONVENIENCE.
(This include life-time programme consultation)
THE MENTOR
RAMA S. NUGRAHA
(President of INSIGHT Organization)
Known as one of the best behavioral gurus on leadership in Indonesia.
He coaches and inspires many organization leaders for his daily activities. Many organizations used his programmes, such as : AJB Bumiputera 1912, PT. Telkom, Western-Geco Schlumberger Egypt, Badan Pemeriksa Keuangan, etc, and recently in 2010, he awarded as one of the most influential person in developing HRM in children juvenile by Minister of Law and Human-Rigths.
INVESTMENTS :
Paid in the last session and only if you have achieved the results.
IDR 35.000.000,00
CONTACT INFO
0818 0829 4689 (Insight Communication Team)
021 4550 4990 (Office)
South East Asia Coach and Consultant with 13 years of experienced. President of Insight Internasional and Author of Bestselling Book sold more than 20.000 copies. Specialized in Performance Coaching and Management Consultancy.
Minggu, 13 Februari 2011
Senin, 16 Agustus 2010
PRASANGKA DAN KEPEMIMPINAN
by : Rama Nugraha
"Wahai orang-orang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu yang menggunjing sebagian yang lain....." (49:12)
Salah seorang klien saya di perusahaan PMA pernah menanyakan kepada saya : "Pak, mengapa susah sekali saya mendidik bawahan saya yang satu ini? Orangnya suka ngebantah, terus kalau enggak tahu enggak pernah tanya, pokoknya enggak selesai saja pekerjaannya. Kalau diajarin diem, ditanya apa ada pertanyaan, jawabannya enggak. kalau disuruh buat, eh enggak bisa. Wah, payah deh pak!". Pernahkah anda mengalami hal seperti ini sahabat?
Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, saya menjawabnya dengan sebuah pertanyaan : "Lalu menurut bapak, apa bawahan bapak ini masih bisa di bina atau seharusnya dibinasakan?" dan beliau menjawab : "Sejak awal saya sudah tidak yakin, masuknya beliaupun karena kebijakan manajemen. Sudah sejak 6 bulan yang lalu saya sudah meminta dia diganti, namun HRD tidak menanggapi." Saya hanya menjawab "Oh, pantes!". Sang Manager inipun bingung menanggapi kesederhanaan tanggapan saya.
Sadarkah kita sahabat, bahwa sering dalam kehidupan ini kita bersikap subyektif? Memang subyektif merupakan sebuah hal yang alamiah, seperti ketika kita memilih teman, memilih pasangan, memilih partner bisnis, dan banyak pilihan-pilihan subyektif lainnya. Tidak ada yang salah dalam ke-subyektif-an, namun yang menjadi permasalahan disini adalah apakah kesubyektifan kita membunuh kesempatan orang lain atau tidak?
Ketika kita menyukai seseorang, maka apapun yang mereka ucapkan pasti merupakan sebuah kebenaran, atau minimal kita tidak mencurigainya sebagai sebuah kebohongan terlebih dahulu. Namun bagaimana bila yang berbicara adalah seseorang yang kita benci, tidak disukai, atau yang menurut kita, orang yang tidak bisa dipercaya? Apakah kita masih menganggapnya sebagai sebuah kebenaran dan minimal tidak mencurigainya terlebih dahulu? Meskipun terkadang yang diucapkannya sebuah kebenaran.
Inilah fenomena yang terjadi dalam kepemimpinan. Ada pemimpin yang sangat mampu mendidik siapapun yang diberikan kepadanya, namun ada juga pemimpin yang tebang pilih, tidak semua orang bisa dididiknya. Apa yang membedakannya?
Satu fakta yang saya temukan adalah bahwa pemimpin yang mampu melatih siapapun biasanya menggunakan basis prasangkaan 0 (nol) atau + (positif) terlebih dahulu ketika menghadapi setiap orang. Pelajaran ini saya dapatkan berdasarkan pengalaman pribadi saya melatih para pemimpin, manager, General Manager, Vice President, sampai dengan Director. Ketika saya berpikir bahwa orang yang saya latih tidak mampu, basis prasangka - (negatif), maka bisa dipastikan bahwa proses pelatihan (coaching)yang kita adakan biasanya tidak membuahkan sebuah hasil yang positif. Lain halnya ketika saya mendapati orang yang saya latih baik, basis prasangka 0 (nol) atau + (positif), maka dari target 6 bulan perubahan perilaku, hanya dalam 2 bulan telah terjadi perubahan yang signifikan dalam perubahan perilaku beliau.
Darisanalah saya menemukan, sebenarnya kesalahan bukan terletak pada orang yang kita latih, namun lebih kepada bagaimana kita sebagai seorang pemimpin melatih pengikut kita. Ketika pandangan kita negatif, kita cenderung memperlakukan pengikut kita secara negatif, menilai secara negatif, sehingga hal positif apapun tidak akan tampak. Tidak ada pengikut yang bekerja dengan baik bila dirinya selalu dianggap tidak mampu atau diragukan sebelum melakukan sesuatu. Mungkin anda akan mengatakan, "Saya memperlakukannya sama Pak dengan pengikut-pengikut yang lain". Saya akan menjawabnya dengan sebuah pertanyaan "Apakah rasa percaya anda sama antara orang yang anda percayai dan yang tidak?". Gerak tubuh anda akan selalu mengikuti isi hati anda. Inilah yang ditangkap oleh pengikut anda.
Jadi pada kesempatan ini, saya ingin mengajak, siapapun pengikut anda saat ini, kalibrasilah selalu prasangka anda terhadapnya. jadikan prasangka itu 0 (nol) atau + (positif), sehingga anda bisa menangkap kelebihan mereka dan lebih memahami cara mendidik mereka.
Berprasangka baik akan menciptakan kebaikan, dan prasangka buruk hanya akan menimbulkan keburukan. Dalam kehidupan, setiap hal dimulai dengan prasangka. Inilah yang setiap orang sebut dengan persepsi.
Semoga Bermanfaat
"Wahai orang-orang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu yang menggunjing sebagian yang lain....." (49:12)
Salah seorang klien saya di perusahaan PMA pernah menanyakan kepada saya : "Pak, mengapa susah sekali saya mendidik bawahan saya yang satu ini? Orangnya suka ngebantah, terus kalau enggak tahu enggak pernah tanya, pokoknya enggak selesai saja pekerjaannya. Kalau diajarin diem, ditanya apa ada pertanyaan, jawabannya enggak. kalau disuruh buat, eh enggak bisa. Wah, payah deh pak!". Pernahkah anda mengalami hal seperti ini sahabat?
Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, saya menjawabnya dengan sebuah pertanyaan : "Lalu menurut bapak, apa bawahan bapak ini masih bisa di bina atau seharusnya dibinasakan?" dan beliau menjawab : "Sejak awal saya sudah tidak yakin, masuknya beliaupun karena kebijakan manajemen. Sudah sejak 6 bulan yang lalu saya sudah meminta dia diganti, namun HRD tidak menanggapi." Saya hanya menjawab "Oh, pantes!". Sang Manager inipun bingung menanggapi kesederhanaan tanggapan saya.
Sadarkah kita sahabat, bahwa sering dalam kehidupan ini kita bersikap subyektif? Memang subyektif merupakan sebuah hal yang alamiah, seperti ketika kita memilih teman, memilih pasangan, memilih partner bisnis, dan banyak pilihan-pilihan subyektif lainnya. Tidak ada yang salah dalam ke-subyektif-an, namun yang menjadi permasalahan disini adalah apakah kesubyektifan kita membunuh kesempatan orang lain atau tidak?
Ketika kita menyukai seseorang, maka apapun yang mereka ucapkan pasti merupakan sebuah kebenaran, atau minimal kita tidak mencurigainya sebagai sebuah kebohongan terlebih dahulu. Namun bagaimana bila yang berbicara adalah seseorang yang kita benci, tidak disukai, atau yang menurut kita, orang yang tidak bisa dipercaya? Apakah kita masih menganggapnya sebagai sebuah kebenaran dan minimal tidak mencurigainya terlebih dahulu? Meskipun terkadang yang diucapkannya sebuah kebenaran.
Inilah fenomena yang terjadi dalam kepemimpinan. Ada pemimpin yang sangat mampu mendidik siapapun yang diberikan kepadanya, namun ada juga pemimpin yang tebang pilih, tidak semua orang bisa dididiknya. Apa yang membedakannya?
Satu fakta yang saya temukan adalah bahwa pemimpin yang mampu melatih siapapun biasanya menggunakan basis prasangkaan 0 (nol) atau + (positif) terlebih dahulu ketika menghadapi setiap orang. Pelajaran ini saya dapatkan berdasarkan pengalaman pribadi saya melatih para pemimpin, manager, General Manager, Vice President, sampai dengan Director. Ketika saya berpikir bahwa orang yang saya latih tidak mampu, basis prasangka - (negatif), maka bisa dipastikan bahwa proses pelatihan (coaching)yang kita adakan biasanya tidak membuahkan sebuah hasil yang positif. Lain halnya ketika saya mendapati orang yang saya latih baik, basis prasangka 0 (nol) atau + (positif), maka dari target 6 bulan perubahan perilaku, hanya dalam 2 bulan telah terjadi perubahan yang signifikan dalam perubahan perilaku beliau.
Darisanalah saya menemukan, sebenarnya kesalahan bukan terletak pada orang yang kita latih, namun lebih kepada bagaimana kita sebagai seorang pemimpin melatih pengikut kita. Ketika pandangan kita negatif, kita cenderung memperlakukan pengikut kita secara negatif, menilai secara negatif, sehingga hal positif apapun tidak akan tampak. Tidak ada pengikut yang bekerja dengan baik bila dirinya selalu dianggap tidak mampu atau diragukan sebelum melakukan sesuatu. Mungkin anda akan mengatakan, "Saya memperlakukannya sama Pak dengan pengikut-pengikut yang lain". Saya akan menjawabnya dengan sebuah pertanyaan "Apakah rasa percaya anda sama antara orang yang anda percayai dan yang tidak?". Gerak tubuh anda akan selalu mengikuti isi hati anda. Inilah yang ditangkap oleh pengikut anda.
Jadi pada kesempatan ini, saya ingin mengajak, siapapun pengikut anda saat ini, kalibrasilah selalu prasangka anda terhadapnya. jadikan prasangka itu 0 (nol) atau + (positif), sehingga anda bisa menangkap kelebihan mereka dan lebih memahami cara mendidik mereka.
Berprasangka baik akan menciptakan kebaikan, dan prasangka buruk hanya akan menimbulkan keburukan. Dalam kehidupan, setiap hal dimulai dengan prasangka. Inilah yang setiap orang sebut dengan persepsi.
Semoga Bermanfaat
Senin, 09 Agustus 2010
MENEPATI JANJI
by : Rama S. Nugraha
Salam Sempurna
Menepati janji merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran kepemimpinan. Sebuah hal yang sering dianggap remeh oleh banyak pemimpin, namun merupakan salah satu perusak yang paling sering saya temukan dalam menciptakan rasa percaya terhadap seorang pemimpin.
Sebagai seorang manusia, terkadang kita berpikir bahwa adalah sebuah kewajaran ketika kita lupa dalam menepati apa yang telah kita ucapkan. Kita juga tidak menganggap hal ini sebagai suatu hal yang besar, karena merupakan, sekali lagi, sebuah kewajaran sebagai insan manusia. Namun sadarkah kita, mungkin sebuah ucapan atau janji yang kita anggap remeh untuk diri kita,sendiri mungkin merupakan sebuah pengharapan atau penentu bagi kehidupan seseorang? Bahkan hal ini pulalah yang dijadikan penilaian dari pengikut atau bawahan di dalam organisasi untuk menilai diri kita, apakah kita layak disebut sebagai pemimpin yang pantas dipercaya.
Dalam workshop dan coaching yang saya lakukan di perusahaan-perusahaan, seringkali saya mendapat sebuah pertanyaan yang sangat sederhana tentang kepemimpinan. Kira-kira bila di generalisir, pertanyaannya akan seperti ini, "Pak Rama, apa sih sebenarnya yang membedakan seorang pemimpin sehingga mereka bisa dikagumi dan diikuti oleh banyak orang?". Saya selalu memulainya dengan mengajukan sebuah pertanyaan balik : "Karena hal ini sangat manjur, ketika saya membagikannya kepada anda, apakah anda bersedia untuk melakukannya?" dan ketika mereka menjawab dengan jawaban "Iya, saya bersedia!" Maka saya lanjutkan hanya dengan 2 jawaban sederhana.
1. Fokuskan perhatian anda pada menciptakan pengikut-pengikut yang pasti mampu menggantikan anda. Berarti anda perlu melatih kemampuan atau skill mereka, menggembleng mental mereka, memotivasi mereka, dan memperjuangkan hak (mereferensikan) mereka ketika mereka layak untuk dipromosikan.
2. Pastikan anda menepati apapun ucapan atau janji yang pernah anda sampaikan. Jadilah pemimpin yang Walk-The-Talk.
Bila 2 hal ini selalu anda lakukan, maka tidak akan ada pengikut yang tidak setia dengan kepemimpinan anda. Inilah sebenarnya inti dari Hi-Performance Workplace.
Semoga Bermanfaat
Salam Sempurna
Menepati janji merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran kepemimpinan. Sebuah hal yang sering dianggap remeh oleh banyak pemimpin, namun merupakan salah satu perusak yang paling sering saya temukan dalam menciptakan rasa percaya terhadap seorang pemimpin.
Sebagai seorang manusia, terkadang kita berpikir bahwa adalah sebuah kewajaran ketika kita lupa dalam menepati apa yang telah kita ucapkan. Kita juga tidak menganggap hal ini sebagai suatu hal yang besar, karena merupakan, sekali lagi, sebuah kewajaran sebagai insan manusia. Namun sadarkah kita, mungkin sebuah ucapan atau janji yang kita anggap remeh untuk diri kita,sendiri mungkin merupakan sebuah pengharapan atau penentu bagi kehidupan seseorang? Bahkan hal ini pulalah yang dijadikan penilaian dari pengikut atau bawahan di dalam organisasi untuk menilai diri kita, apakah kita layak disebut sebagai pemimpin yang pantas dipercaya.
Dalam workshop dan coaching yang saya lakukan di perusahaan-perusahaan, seringkali saya mendapat sebuah pertanyaan yang sangat sederhana tentang kepemimpinan. Kira-kira bila di generalisir, pertanyaannya akan seperti ini, "Pak Rama, apa sih sebenarnya yang membedakan seorang pemimpin sehingga mereka bisa dikagumi dan diikuti oleh banyak orang?". Saya selalu memulainya dengan mengajukan sebuah pertanyaan balik : "Karena hal ini sangat manjur, ketika saya membagikannya kepada anda, apakah anda bersedia untuk melakukannya?" dan ketika mereka menjawab dengan jawaban "Iya, saya bersedia!" Maka saya lanjutkan hanya dengan 2 jawaban sederhana.
1. Fokuskan perhatian anda pada menciptakan pengikut-pengikut yang pasti mampu menggantikan anda. Berarti anda perlu melatih kemampuan atau skill mereka, menggembleng mental mereka, memotivasi mereka, dan memperjuangkan hak (mereferensikan) mereka ketika mereka layak untuk dipromosikan.
2. Pastikan anda menepati apapun ucapan atau janji yang pernah anda sampaikan. Jadilah pemimpin yang Walk-The-Talk.
Bila 2 hal ini selalu anda lakukan, maka tidak akan ada pengikut yang tidak setia dengan kepemimpinan anda. Inilah sebenarnya inti dari Hi-Performance Workplace.
Semoga Bermanfaat
Senin, 02 Agustus 2010
THE POWER OF SELF-TALKS
By : Rama Nugraha
Salam SEMPURNA
Apakah anda sering berbicara sendiri dalam keseharian anda? Sadarkah anda bahwa perilaku ini dapat mensukseskan ataupun menghancurkan hari-hari anda?
Self-Talk dalah sebuah kebiasaan dimana kita berbicara dengan diri kita sendiri pada berbagai kesempatan dan situasi. Setiap manusia telah terbiasa dan menyadari perilaku self-talk ini. Akan tetapi, tahukah anda bahwa sesungguhnya self-talk ini merupakan cerminan pola pikir anda dan ini dapat dapat menghantarkan anda menuju kesuksesan maupun kehancuran dalam kehidupan anda?
Dalam sebuah survey yang saya lakukan selama 1 (satu) bulan terhadap setiap orang yang saya temui, 70% dari mereka yang apabila dihadapkan pada situasi yang tidak mengenakkan selalu lebih mendahulukan self-talk atau kata-kata negatif untuk mewakili respon mereka. Kata-kata seperti kacau, gawat, runyam, marah, dan segenap bahasa negatif lainnya selalu menghiasi respon pertama mereka. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Pengalaman masa kecil kita mengajarkan bahwa melakukan kesalahan merupakan suatu hal yang memalukan. Ingatkah anda ketika anda masih duduk di bangku SD dan melakukan kesalahan, maka serentak guru dan teman-teman anda mentertawakan anda? Atau mungkin hal ini terjadi pada teman kecil anda?
Sejak kecil hingga dewasa kita selalu dituntut untuk untuk melakukan sesuatu dengan benar dan salah berarti mendapatkan omelan, cemoohan, dan hukuman. Tanpa sadar, pola inilah yang akhirnya melekat dalam alam bawah sadar kita, sehingga ketika hal yang mengarah pada suatu kesalahan terjadi, kita lebih terfokus pada respon negatif yang direfleksikan dengan self-talk negatif daripada bersikap tenang dan berusaha mencari jalan penyelesaiannya di detik pertama timbulnya sebuah masalah.
Lalu bagaimana cara kita agar membuat self-talk ini dapat menjadi sebuah kekuatan yang memberdayakan dan bukannya kelemahan yang menghancurkan?
1. Biasakan merespon segalanya secara positif
Cara pertama ini menuntut anda melakukan pembiasaan dalam respon anda sehari-hari. Inilah mengapa banyak pembicara motivasional selalu menggunakan salam-salam positif kepada pendengarnya, mereka ingin menciptakan pembiasaan kata-kata positif kepada anda. Mungkin ini terlihat sederhana, tapi coba anda biasakan diri anda setiap hari merespon secara positif terhadap hal-hal yang ”mungkin menurut anda” mustahil untuk dilakukan baik oleh diri anda maupun orang-orang di sekeliling anda. Hal ini membutuhkan anda untuk menurunkan kadar penilaian rasional anda dan secara tulus mendukung semangat dan usaha orang-orang di sekeliling anda.
2. Selalu berpikir positif pada kehidupan
Mulailah dengan melihat segala sesuatunya dari sudut pandang kemungkinan dan bukannya halangan. Setiap kejadian yang terjadi sebenarnya memiliki muatan emosi netral. Hanya kitalah yang memiliki kuasa untuk menjadikannya bersifat positif yang membangun atau negatif yang menghancurkan. Mulailah pikiran positif anda dengan mencintai keadaan diri anda saat ini, pandanglah diri anda di depan cermin, tatap dalam mata anda, lalu katakan ”YES, I CAN DO IT!” pada setiap tantangan kehidupan.
3. Rileks ketika permasalahan datang
Permasalahan kehidupan akan menjadi sebuah masalah hanya ketika kita menganggapnya sebagai masalah dan hal terakhir yang harus anda lakukan ketika permasalahan datang adalah lepas kontrol lalu menjadi panik. Panik tidak akan menyelesaikan permasalahan anda, bahkan itu hanya akan memperburuk keadaan. Ketika anda mulai panik, darah anda akan memompakan adrenalin menuju otak dan menyebabkan tertutupnya saluran kreatifitas otak anda sehingga membuat otak anda tidak mampu berpikir lagi secara kreatif.
Ketika permasalahan datang, jangan seketika itu juga merespon. Luangkan waktu hanya 1 menit untuk duduk tenang, tarik nafas dalam-dalam, visualisasikan bahwa permasalahan pasti dapat terselesaikan, hembuskan nafas sambil tersenyum, lalu bereaksilah dalam menyelesaikan permasalahan yang datang itu.
4. Hukum 1.000 RupiahIni adalah sebuah solusi yang beberapa kali saya utarakan dan digunakan oleh klien ataupun sahabat saya yang memiliki masalah dalam menciptakan budaya positif dalam kehidupannya. Hukumlah diri anda ketika anda mulai menggunakan self-talk negatif setelah anda mulai berkomitmen untuk selalu menggunakan kata-kata positif dalam kehidupan anda. Ini akan menciptakan kesadaran ketika anda secara tidak sadar menggunakan kata-kata negatif. Setiap kata-kata negatif yang keluar anda ganjar dengan harga sebesar Rp. 1.000,-. Apabila 10 kali anda mengeluarkan kata-kata negatif dalam sehari maka sejumlah Rp. 10.000,- lah yang yang harus anda sisihkan pada hari tersebut untuk anda masukkan ke dalam kotak penyimpanan kata-kata positif anda. Setiap akhir bulan, hitunglah berapa banyak dana yang terkumpul sebagai investasi perbaikan diri anda, lalu sumbangkanlah dana tersebut kepada yang membutuhkan sebagai wujud syukur anda terhadap perubahan yang telah terjadi.
Ketika anda melakukan hal ini secara jujur dan disiplin, saya yakinkan anda, anda akan terbebas dari kebiasaan self-talk negatif yang merusak karena anda akan selalu sadar ketika melakukannya. (Apabila menurut anda Rp. 1.000,- terlalu kecil untuk anda, tambahkanlah nilainya sesuka anda untuk menambahkan efek jera, tetapi jangan sampai membuat anda tidak bisa makan karenanya!)
Setelah anda melakukan 4 (empat) hal di atas dan terbebas dari kebiasaan self-talk negatif, tularkanlah kata-kata dan kebiasaan positif anda kepada orang-orang di sekeliling anda agar merekapun terimbas oleh anda menjadi pribadi yang positif. Bagaimanapun juga, lingkungan anda akan selalu mempengaruhi kebiasaan anda. Daripada kebiasaan negatif lingkungan kembali mempengaruhi diri anda, lebih baik anda mulai secara aktif mempengaruhi lingkungan anda menjadi positif, sehingga andapun akan terbebas dari kebiasaan negatif dan selalu memiliki lingkungan yang positif dalam kehudupan anda.
Selamat Mencoba. SEMPURNA.
Salam SEMPURNA
Apakah anda sering berbicara sendiri dalam keseharian anda? Sadarkah anda bahwa perilaku ini dapat mensukseskan ataupun menghancurkan hari-hari anda?
Self-Talk dalah sebuah kebiasaan dimana kita berbicara dengan diri kita sendiri pada berbagai kesempatan dan situasi. Setiap manusia telah terbiasa dan menyadari perilaku self-talk ini. Akan tetapi, tahukah anda bahwa sesungguhnya self-talk ini merupakan cerminan pola pikir anda dan ini dapat dapat menghantarkan anda menuju kesuksesan maupun kehancuran dalam kehidupan anda?
Dalam sebuah survey yang saya lakukan selama 1 (satu) bulan terhadap setiap orang yang saya temui, 70% dari mereka yang apabila dihadapkan pada situasi yang tidak mengenakkan selalu lebih mendahulukan self-talk atau kata-kata negatif untuk mewakili respon mereka. Kata-kata seperti kacau, gawat, runyam, marah, dan segenap bahasa negatif lainnya selalu menghiasi respon pertama mereka. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Pengalaman masa kecil kita mengajarkan bahwa melakukan kesalahan merupakan suatu hal yang memalukan. Ingatkah anda ketika anda masih duduk di bangku SD dan melakukan kesalahan, maka serentak guru dan teman-teman anda mentertawakan anda? Atau mungkin hal ini terjadi pada teman kecil anda?
Sejak kecil hingga dewasa kita selalu dituntut untuk untuk melakukan sesuatu dengan benar dan salah berarti mendapatkan omelan, cemoohan, dan hukuman. Tanpa sadar, pola inilah yang akhirnya melekat dalam alam bawah sadar kita, sehingga ketika hal yang mengarah pada suatu kesalahan terjadi, kita lebih terfokus pada respon negatif yang direfleksikan dengan self-talk negatif daripada bersikap tenang dan berusaha mencari jalan penyelesaiannya di detik pertama timbulnya sebuah masalah.
Lalu bagaimana cara kita agar membuat self-talk ini dapat menjadi sebuah kekuatan yang memberdayakan dan bukannya kelemahan yang menghancurkan?
1. Biasakan merespon segalanya secara positif
Cara pertama ini menuntut anda melakukan pembiasaan dalam respon anda sehari-hari. Inilah mengapa banyak pembicara motivasional selalu menggunakan salam-salam positif kepada pendengarnya, mereka ingin menciptakan pembiasaan kata-kata positif kepada anda. Mungkin ini terlihat sederhana, tapi coba anda biasakan diri anda setiap hari merespon secara positif terhadap hal-hal yang ”mungkin menurut anda” mustahil untuk dilakukan baik oleh diri anda maupun orang-orang di sekeliling anda. Hal ini membutuhkan anda untuk menurunkan kadar penilaian rasional anda dan secara tulus mendukung semangat dan usaha orang-orang di sekeliling anda.
2. Selalu berpikir positif pada kehidupan
Mulailah dengan melihat segala sesuatunya dari sudut pandang kemungkinan dan bukannya halangan. Setiap kejadian yang terjadi sebenarnya memiliki muatan emosi netral. Hanya kitalah yang memiliki kuasa untuk menjadikannya bersifat positif yang membangun atau negatif yang menghancurkan. Mulailah pikiran positif anda dengan mencintai keadaan diri anda saat ini, pandanglah diri anda di depan cermin, tatap dalam mata anda, lalu katakan ”YES, I CAN DO IT!” pada setiap tantangan kehidupan.
3. Rileks ketika permasalahan datang
Permasalahan kehidupan akan menjadi sebuah masalah hanya ketika kita menganggapnya sebagai masalah dan hal terakhir yang harus anda lakukan ketika permasalahan datang adalah lepas kontrol lalu menjadi panik. Panik tidak akan menyelesaikan permasalahan anda, bahkan itu hanya akan memperburuk keadaan. Ketika anda mulai panik, darah anda akan memompakan adrenalin menuju otak dan menyebabkan tertutupnya saluran kreatifitas otak anda sehingga membuat otak anda tidak mampu berpikir lagi secara kreatif.
Ketika permasalahan datang, jangan seketika itu juga merespon. Luangkan waktu hanya 1 menit untuk duduk tenang, tarik nafas dalam-dalam, visualisasikan bahwa permasalahan pasti dapat terselesaikan, hembuskan nafas sambil tersenyum, lalu bereaksilah dalam menyelesaikan permasalahan yang datang itu.
4. Hukum 1.000 RupiahIni adalah sebuah solusi yang beberapa kali saya utarakan dan digunakan oleh klien ataupun sahabat saya yang memiliki masalah dalam menciptakan budaya positif dalam kehidupannya. Hukumlah diri anda ketika anda mulai menggunakan self-talk negatif setelah anda mulai berkomitmen untuk selalu menggunakan kata-kata positif dalam kehidupan anda. Ini akan menciptakan kesadaran ketika anda secara tidak sadar menggunakan kata-kata negatif. Setiap kata-kata negatif yang keluar anda ganjar dengan harga sebesar Rp. 1.000,-. Apabila 10 kali anda mengeluarkan kata-kata negatif dalam sehari maka sejumlah Rp. 10.000,- lah yang yang harus anda sisihkan pada hari tersebut untuk anda masukkan ke dalam kotak penyimpanan kata-kata positif anda. Setiap akhir bulan, hitunglah berapa banyak dana yang terkumpul sebagai investasi perbaikan diri anda, lalu sumbangkanlah dana tersebut kepada yang membutuhkan sebagai wujud syukur anda terhadap perubahan yang telah terjadi.
Ketika anda melakukan hal ini secara jujur dan disiplin, saya yakinkan anda, anda akan terbebas dari kebiasaan self-talk negatif yang merusak karena anda akan selalu sadar ketika melakukannya. (Apabila menurut anda Rp. 1.000,- terlalu kecil untuk anda, tambahkanlah nilainya sesuka anda untuk menambahkan efek jera, tetapi jangan sampai membuat anda tidak bisa makan karenanya!)
Setelah anda melakukan 4 (empat) hal di atas dan terbebas dari kebiasaan self-talk negatif, tularkanlah kata-kata dan kebiasaan positif anda kepada orang-orang di sekeliling anda agar merekapun terimbas oleh anda menjadi pribadi yang positif. Bagaimanapun juga, lingkungan anda akan selalu mempengaruhi kebiasaan anda. Daripada kebiasaan negatif lingkungan kembali mempengaruhi diri anda, lebih baik anda mulai secara aktif mempengaruhi lingkungan anda menjadi positif, sehingga andapun akan terbebas dari kebiasaan negatif dan selalu memiliki lingkungan yang positif dalam kehudupan anda.
Selamat Mencoba. SEMPURNA.
BRING YOUR 100% POTENTIAL AT WORK
By: Rama Nugraha
Salam SEMPURNA
“Apabila Anda ingin menjadi Yang Terbaik
Bawalah 100% pikiran dan hati anda dalam bekerja”
”Sudahkah anda memberikan 100% potensi terbaik anda dalam pekerjaan anda?”. Sebuah pertanyaan menggelitik yang sering saya lontarkan di sela-sela diskusi dengan rekan-rekan bisnis saya. Ternyata jawaban mereka sangat bervariasi, ada yang mengatakan ”Tidak Tahu”, ”Saya tidak bisa menilai diri saya sendiri”, ”mungkin”, dan ada pula sebagian yang menjawab dengan penuh kepastian ”Pastinya sudah Pak Rama!”.
Nah, apabila saat ini pertanyaan yang sama saya lontarkan kepada anda, ”Sudahkah anda memberikan 100% potensi terbaik anda dalam bidang kerja anda?” Apa jawaban anda untuk saya saat ini, ”sudah, belum, atau tidak tahu?”.
Dalam setiap bidang apapun yang kita jalani, pengusaha, eksekutif, manajer, marketer, salesperson, pengacara, dokter, dan semua profesi lainnya, ada satu kualitas mutlak yang memastikan diri anda bahwa anda pasti akan mencapai puncak dalam bidang anda. Satu kualitas anda tersebut bernama TOTALITAS KERJA.
Apa arti dari kata totalitas kerja ini? Artinya adalah anda memastikan diri anda memberikan 100% perhatian, potensi, pikiran, dan hati anda dalam mengerjakan apa yang sedang anda jalani saat ini. Bahkan anda harus merasa bahwa bidang yang anda jalani saat ini bukanlah merupakan sebuah pekerjaan, melainkan sebuah hobi yang dengan penuh semangat anda lakukan. Bagaimanakah perasaan anda ketika anda mengerjakan hobi apapun yang anda sukai? Memancing mungkin, atau berkebun, atau mungkin hang-out dengan sahabat-sahabat anda? Seharusnya, seperti itu pulalah pikiran dan perasaan anda dalam melakukan pekerjaan anda.
Lalu, bagaimanakah agar kita mampu menciptakan totalitas dalam bekerja untuk mencapai prestasi puncak dalam bidang kita? Disini akan saya jelaskan 5 (lima) kunci sebagai intisari dari pengalaman pribadi saya bersama beberapa pebisnis dan eksekutif puncak di Indonesia.
1. Pastikan bahwa bidang apapun yang anda jalani merupakan ”hobi” yang anda cintai
Terlalu sering saya melihat eksekutif dan pebisnis yang tidak mampu mencapai puncak dalam karirnya hanya lantaran mereka sebenarnya membenci apa yang mereka kerjakan. Pernahkah anda ”diminta” melakukan sesuatu, secara terpaksa, yang sebenarnya tidak anda sukai? Seberapa sukseskah anda menjalaninya? Meskipun saat ini saya tidak mengenal anda, tetapi saya bisa menebak bahwa hasilnya tidak akan sebaik ketika anda mengerjakan apa yang anda sukai bukan?
Kunci untuk memahami hal ini adalah bahwa ketika anda mencintai apa yang anda kerjakan, anda akan selalu bersemangat dalam mengerjakannya bahkan sebelum anda mulai mengerjakan hal tersebut. Ketika anda sakit maka secara ajaib anda menjadi sehat ketika diminta mengerjakan apa yang anda cintai tersebut. Apabila hal ini tidak terjadi pada anda, mungkin sudah saatnya anda mulai merenung dan mempertanyakan, apakah benar ini pekerjaan impian dalam hidup saya?
2. Ciptakan Keseimbangan antara Kerja dan Kehidupan Pribadi
Saya tidak pernah melihat seseorang yang sukses dalam bidangnya tetapi tidak memiliki keseimbangan dalam kehidupan work-life nya. Anda harus selalu memperhatikan keseimbangan kehidupan anda. Diri anda bukanlah sebuah mesin yang bisa selalu dipacu tanpa diberi asupan emosi, cinta, dan rohani yang positif. Ciptakan lingkungan persahabatan yang positif, perbaiki hubungan percintaan anda menjadi lebih romantis lagi, lebih dekatkan diri anda dengan kuasa sang Illahi, sehingga anda mampu melepaskan setiap lelah dalam aktivitas profesi anda.
3. Dalami bidang kerja anda sehingga anda mampu menemukan kenikmatan dan benefit dalam bidang tersebut
Orang yang gagal sesungguhnya adalah orang yang ”menyerah” dalam mempelajari lebih dalam apa yang sedang dikerjakannya. Tidak ada satu bidang kerjapun di dunia ini yang tidak bisa membawa anda sampai ke posisi puncak apabila anda ”sangat ahli” dalam mengerjakannya. Saya punya seorang kenalan yang saat ini memiliki 3 (tiga) bisnis bernilai milyaran yang dahulunya hanya dimulai dari seorang pengecer koran keliling! Apakah pencapaian ini masuk akal menurut logika anda? Jadi apapun bidang kerja anda, tidak ada alasan lagi, ketika anda mengerjakannya dengan pengetahuan dan dedikasi, maka itu mampu menjadi langkah awal anda menuju puncak kehidupan.
4. Ciptakan Tujuan Jangka Panjang dan Pencapaian jangka Pendek yang Memotivasi
Mulailah berpikir saat ini juga, Apa tujuan hidup jangka panjang saya dalam pekerjaan saya saat ini? Pencapaian-pencapaian pribadi apa yang ingin saya capai dalam perjalanan pencapaian tujuan saya? Mengapa saya menginginkan tercapainya tujuan jangka panjang dan pencapaian-pencapaian pribadi anda? Apa cara yang dapat saya gunakan untuk mencapai tujuan dan pencapaian pribadi anda? Jawablah keempat pertanyaan diatas saat ini juga dan berhentilah membaca! Anda sudah menjawabnya? Inilah sebenarnya senjata anda dalam memotivasi diri secara hakiki dan setiap harinya.
5. Bergabunglah dalam ”Liga Besar”. Orang-orang yang telah mencapai puncak dalam bidang anda.
Manusia dinilai dari siapa yang menjadi sahabat-sahabatnya. Lingkungan persahabatan anda benar-benar menentukan sukses atau tidaknya anda dalam bidang apapun yang sedang anda jalani saat ini. Lingkarilah diri anda dengan orang-orang yang telah mencapai keberhasilan dalam bidang anda, belajarlah dari mereka, ikuti pola-pikir mereka, kebiasaan mereka, bagaimana mereka mengembangkan diri, bahkan bertemanlah dengan siapa mereka berteman. Cara paling sederhana yang dapat anda lakukan untuk meraih keberhasilan dalam bidang anda adalah dengan mengikuti cara-cara dari ”guru-guru” yang telah mencapai keberhasilan dalam bidang yang sama dengan bidang anda saat ini atau yang anda inginkan. Ada sebuah kata-kata bijak yang mungkin dapat anda jadikan perenungan : ”Burung-burung akan berkumpul dengan sejenisnya!”
Setelah anda memahami 5 (lima) kunci diatas, anda boleh menambah kunci-kunci lain yang menurut anda dapat membantu anda untuk menjadi yang terbaik dalam bidang kerja anda. Ingatlah, tidak akan pernah ada kesuksesan tanpa disiplin, kerja keras, kerja cerdas, dan totalitas dalam melakukan pekerjaan anda.
Sukses selalu untuk anda!
Salam SEMPURNA
“Apabila Anda ingin menjadi Yang Terbaik
Bawalah 100% pikiran dan hati anda dalam bekerja”
”Sudahkah anda memberikan 100% potensi terbaik anda dalam pekerjaan anda?”. Sebuah pertanyaan menggelitik yang sering saya lontarkan di sela-sela diskusi dengan rekan-rekan bisnis saya. Ternyata jawaban mereka sangat bervariasi, ada yang mengatakan ”Tidak Tahu”, ”Saya tidak bisa menilai diri saya sendiri”, ”mungkin”, dan ada pula sebagian yang menjawab dengan penuh kepastian ”Pastinya sudah Pak Rama!”.
Nah, apabila saat ini pertanyaan yang sama saya lontarkan kepada anda, ”Sudahkah anda memberikan 100% potensi terbaik anda dalam bidang kerja anda?” Apa jawaban anda untuk saya saat ini, ”sudah, belum, atau tidak tahu?”.
Dalam setiap bidang apapun yang kita jalani, pengusaha, eksekutif, manajer, marketer, salesperson, pengacara, dokter, dan semua profesi lainnya, ada satu kualitas mutlak yang memastikan diri anda bahwa anda pasti akan mencapai puncak dalam bidang anda. Satu kualitas anda tersebut bernama TOTALITAS KERJA.
Apa arti dari kata totalitas kerja ini? Artinya adalah anda memastikan diri anda memberikan 100% perhatian, potensi, pikiran, dan hati anda dalam mengerjakan apa yang sedang anda jalani saat ini. Bahkan anda harus merasa bahwa bidang yang anda jalani saat ini bukanlah merupakan sebuah pekerjaan, melainkan sebuah hobi yang dengan penuh semangat anda lakukan. Bagaimanakah perasaan anda ketika anda mengerjakan hobi apapun yang anda sukai? Memancing mungkin, atau berkebun, atau mungkin hang-out dengan sahabat-sahabat anda? Seharusnya, seperti itu pulalah pikiran dan perasaan anda dalam melakukan pekerjaan anda.
Lalu, bagaimanakah agar kita mampu menciptakan totalitas dalam bekerja untuk mencapai prestasi puncak dalam bidang kita? Disini akan saya jelaskan 5 (lima) kunci sebagai intisari dari pengalaman pribadi saya bersama beberapa pebisnis dan eksekutif puncak di Indonesia.
1. Pastikan bahwa bidang apapun yang anda jalani merupakan ”hobi” yang anda cintai
Terlalu sering saya melihat eksekutif dan pebisnis yang tidak mampu mencapai puncak dalam karirnya hanya lantaran mereka sebenarnya membenci apa yang mereka kerjakan. Pernahkah anda ”diminta” melakukan sesuatu, secara terpaksa, yang sebenarnya tidak anda sukai? Seberapa sukseskah anda menjalaninya? Meskipun saat ini saya tidak mengenal anda, tetapi saya bisa menebak bahwa hasilnya tidak akan sebaik ketika anda mengerjakan apa yang anda sukai bukan?
Kunci untuk memahami hal ini adalah bahwa ketika anda mencintai apa yang anda kerjakan, anda akan selalu bersemangat dalam mengerjakannya bahkan sebelum anda mulai mengerjakan hal tersebut. Ketika anda sakit maka secara ajaib anda menjadi sehat ketika diminta mengerjakan apa yang anda cintai tersebut. Apabila hal ini tidak terjadi pada anda, mungkin sudah saatnya anda mulai merenung dan mempertanyakan, apakah benar ini pekerjaan impian dalam hidup saya?
2. Ciptakan Keseimbangan antara Kerja dan Kehidupan Pribadi
Saya tidak pernah melihat seseorang yang sukses dalam bidangnya tetapi tidak memiliki keseimbangan dalam kehidupan work-life nya. Anda harus selalu memperhatikan keseimbangan kehidupan anda. Diri anda bukanlah sebuah mesin yang bisa selalu dipacu tanpa diberi asupan emosi, cinta, dan rohani yang positif. Ciptakan lingkungan persahabatan yang positif, perbaiki hubungan percintaan anda menjadi lebih romantis lagi, lebih dekatkan diri anda dengan kuasa sang Illahi, sehingga anda mampu melepaskan setiap lelah dalam aktivitas profesi anda.
3. Dalami bidang kerja anda sehingga anda mampu menemukan kenikmatan dan benefit dalam bidang tersebut
Orang yang gagal sesungguhnya adalah orang yang ”menyerah” dalam mempelajari lebih dalam apa yang sedang dikerjakannya. Tidak ada satu bidang kerjapun di dunia ini yang tidak bisa membawa anda sampai ke posisi puncak apabila anda ”sangat ahli” dalam mengerjakannya. Saya punya seorang kenalan yang saat ini memiliki 3 (tiga) bisnis bernilai milyaran yang dahulunya hanya dimulai dari seorang pengecer koran keliling! Apakah pencapaian ini masuk akal menurut logika anda? Jadi apapun bidang kerja anda, tidak ada alasan lagi, ketika anda mengerjakannya dengan pengetahuan dan dedikasi, maka itu mampu menjadi langkah awal anda menuju puncak kehidupan.
4. Ciptakan Tujuan Jangka Panjang dan Pencapaian jangka Pendek yang Memotivasi
Mulailah berpikir saat ini juga, Apa tujuan hidup jangka panjang saya dalam pekerjaan saya saat ini? Pencapaian-pencapaian pribadi apa yang ingin saya capai dalam perjalanan pencapaian tujuan saya? Mengapa saya menginginkan tercapainya tujuan jangka panjang dan pencapaian-pencapaian pribadi anda? Apa cara yang dapat saya gunakan untuk mencapai tujuan dan pencapaian pribadi anda? Jawablah keempat pertanyaan diatas saat ini juga dan berhentilah membaca! Anda sudah menjawabnya? Inilah sebenarnya senjata anda dalam memotivasi diri secara hakiki dan setiap harinya.
5. Bergabunglah dalam ”Liga Besar”. Orang-orang yang telah mencapai puncak dalam bidang anda.
Manusia dinilai dari siapa yang menjadi sahabat-sahabatnya. Lingkungan persahabatan anda benar-benar menentukan sukses atau tidaknya anda dalam bidang apapun yang sedang anda jalani saat ini. Lingkarilah diri anda dengan orang-orang yang telah mencapai keberhasilan dalam bidang anda, belajarlah dari mereka, ikuti pola-pikir mereka, kebiasaan mereka, bagaimana mereka mengembangkan diri, bahkan bertemanlah dengan siapa mereka berteman. Cara paling sederhana yang dapat anda lakukan untuk meraih keberhasilan dalam bidang anda adalah dengan mengikuti cara-cara dari ”guru-guru” yang telah mencapai keberhasilan dalam bidang yang sama dengan bidang anda saat ini atau yang anda inginkan. Ada sebuah kata-kata bijak yang mungkin dapat anda jadikan perenungan : ”Burung-burung akan berkumpul dengan sejenisnya!”
Setelah anda memahami 5 (lima) kunci diatas, anda boleh menambah kunci-kunci lain yang menurut anda dapat membantu anda untuk menjadi yang terbaik dalam bidang kerja anda. Ingatlah, tidak akan pernah ada kesuksesan tanpa disiplin, kerja keras, kerja cerdas, dan totalitas dalam melakukan pekerjaan anda.
Sukses selalu untuk anda!
Langganan:
Postingan (Atom)